Pintasan.co – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia harus mampu menjadi institusi yang dekat dan dicintai masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Djamari saat memberikan pembekalan kepada para taruna dan siswa di Akademi Kepolisian di Semarang, Jumat (8/5).
Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu, Djamari mengingatkan para calon perwira Polri agar tidak hanya mengejar pangkat dan jabatan setelah lulus, tetapi juga menanamkan semangat pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
“Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup. Kepolisian harus mampu menjadi institusi yang dicintai rakyat. Polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan,” ujar Djamari di hadapan 1.064 taruna dan siswa.
Ia menilai tantangan tugas kepolisian di Indonesia sangat kompleks mengingat luas wilayah dan tingginya keberagaman budaya masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, para taruna diminta siap menghadapi perbedaan karakter sosial dan budaya selama bertugas di seluruh pelosok Tanah Air.
“Wilayah Indonesia sangat beragam, mulai dari ujung barat sampai ujung timur, dengan budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Karena itu, kalian harus siap ditugaskan di seluruh tanah air. Pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan kebangsaan kita,” katanya.
Menurut Djamari, seorang perwira Polri juga harus mampu membangun kedekatan dengan anggota di lapangan. Kepemimpinan, kata dia, bukan hanya soal memberi perintah, tetapi juga hadir bersama bawahan dalam setiap tugas.
“Bersama-samalah kalian dengan anak buah dalam setiap tugas. Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” ujarnya.
Selain kemampuan akademik, Djamari menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku karena setiap tindakan anggota Polri akan memengaruhi citra institusi di mata masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi para dosen dan pengasuh Akpol yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk calon-calon perwira Polri.
Sementara itu, Gubernur Akademi Kepolisian Daniel Tahi Monang Silitonga menyampaikan penghargaan atas kehadiran Menko Polkam dalam memberikan kuliah umum kepada para taruna.
Menurut Daniel, pengalaman dan dedikasi Djamari menjadi inspirasi bagi generasi muda kepolisian untuk terus mengabdi kepada negara dengan semangat dan integritas tinggi.
