Pintasan.co, Malili – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Forum Kabupaten Sehat di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil evaluasi program Kabupaten/Kota Sehat yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rapat tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, yang hadir mewakili Ketua Forum Kabupaten Sehat, Puspawati Husler. Turut hadir Ketua Tim Pembina, koordinator tatanan, anggota forum, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Aini Endis Anrika mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, masih terdapat 20 indikator yang belum mencapai target. Kondisi ini menjadi perhatian serius yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait.

“Masih ada sejumlah indikator yang nilainya belum memenuhi target, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah percepatan dan perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa Kabupaten Luwu Timur hingga saat ini belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat. Padahal, regulasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian program kesehatan daerah.

Lebih lanjut, Aini menjelaskan bahwa sebelum penginputan data ke dalam aplikasi Sistem Informasi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (SIPANTAS), seluruh koordinator tatanan telah melakukan penilaian mandiri atau self assessment.

“Melalui penilaian mandiri, kita sudah mengetahui capaian indikator tahun 2025 dan triwulan I 2026, sehingga dapat menjadi dasar perbaikan ke depan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa batas akhir penginputan data tahun 2025 ke dalam aplikasi SIPANTAS ditetapkan pada 25 April 2026. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta segera melengkapi data dan mempercepat proses pelaporan.

Selain itu, Aini menekankan pentingnya peran forum hingga tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, pembenahan tidak hanya menjadi tanggung jawab tingkat kabupaten, tetapi juga harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke lapisan bawah.

“Forum kecamatan dan pokja desa sehat harus terus didorong agar aktif memantau dan meningkatkan capaian indikator di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Ke depan, pemerintah daerah juga akan melakukan pembagian tanggung jawab wilayah kepada masing-masing tatanan guna memaksimalkan pengawasan dan pembinaan.

Baca Juga :  Gibran Apresiasi Gerakan Donasi Publik untuk Korban Bencana Sumatera

Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan Kabupaten Luwu Timur mampu memenuhi seluruh indikator penilaian dan mewujudkan daerah yang sehat secara berkelanjutan.