Pintasan.co, Bojonegoro – Nasib malang menimpa Teguh (63), seorang pensiunan guru di Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Korban meninggal dunia usai tersengat listrik saat sedang memangkas dahan pohon di depan rumahnya menggunakan galah besi.

Tragedi ini terjadi karena diketahui korban diduga tidak menyadari ada kabel listrik bertegangan tinggi yang melintas di dekat dahan yang dipotong.

Kapolsek Temayang, AKP Eko Suwanto, mengungkapkan kejadian bermula saat korban berniat merapikan pohon salam miliknya. Korban memangkas dahan dengan alat gergaji yang disambung menggunakan galah berbahan besi.

“Ujung dahan yang dipotong tersangkut di kabel listrik terbuka bertegangan tinggi. Saat itulah korban langsung tersengat aliran listrik,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Melihat kejadian ini warga langsung berusaha menolong korban. Saat diturunkan dari pohon, korban dilaporkan masih dalam kondisi bernapas. Namun, nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju puskesmas.

“Dalam perjalanan menuju Puskesmas Temayang, kondisi kesehatan korban menurun drastis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis,” jelas Eko.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, ditemukan sejumlah luka bakar serius pada tubuh pria berusia 63 tahun tersebut.

“Ditemukan luka bakar di bagian tangan, dada, serta lutut. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban murni meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik,” tegas Eko.

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Maka dari itu, mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan keluarga telah menandatangani surat pernyataan resmi.

“Jenazah korban sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tutupnya

Baca Juga :  GATI di Luwu Timur: Dorong Ayah Terlibat Aktif Mengantar Anak ke Sekolah