Pintasan.co – Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara ASEAN mempercepat pembangunan jaringan dan kerja sama energi kawasan guna menghadapi tekanan global serta ketidakstabilan geopolitik yang semakin memengaruhi ketahanan energi dunia.
Dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden yang disampaikan di Jakarta, Kamis, Prabowo menegaskan bahwa persoalan energi kini menjadi isu mendesak yang membutuhkan respons cepat dari seluruh negara di kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat berpidato pada KTT Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu.
“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pidatonya, Kepala Negara menilai kawasan BIMP-EAGA memiliki sumber daya besar untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Potensi tersebut mencakup energi tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan produktif yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Prabowo juga menekankan pentingnya kesiapan negara-negara anggota dalam mengelola potensi tersebut sebagai langkah memenuhi kebutuhan energi kawasan sekaligus mendukung percepatan transisi energi ASEAN menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi regional menjadi kunci agar negara-negara ASEAN mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional di tengah situasi global yang tidak menentu.
