Pintasan.coPrabowo Subianto menegaskan bahwa program hilirisasi menjadi strategi utama untuk mendorong Indonesia menuju kemandirian ekonomi dan energi. Hal tersebut disampaikan saat meresmikan peletakan batu pertama 13 proyek strategis nasional tahap II di Cilacap.

“Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur. Kita tidak mau sekadar jual bahan baku, kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, langkah berani dalam mengolah sumber daya alam di dalam negeri menjadi kunci agar Indonesia tidak lagi bergantung pada negara lain. Ia menekankan pentingnya penguatan fondasi ekonomi melalui swasembada energi dan pangan.

Presiden juga menyebut bahwa kedaulatan ekonomi hanya dapat dicapai jika Indonesia mampu menguasai seluruh rantai produksi, mulai dari hulu hingga hilir, di dalam negeri.

Sementara itu, Rosan Perkasa Roeslani selaku Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM memaparkan bahwa proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi, mineral, dan pertanian.

Pada sektor energi, pembangunan difokuskan pada fasilitas kilang gasoline di Cilacap dan Dumai. Proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi impor bahan bakar minyak hingga 1,25 miliar dolar AS per tahun.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim sebagai langkah untuk menekan impor LPG yang saat ini masih mendominasi kebutuhan nasional.

“Fase kedua ini berfokus pada pendalaman nilai tambah dan integrasi total antarsektor. Targetnya, proyek-proyek ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk kurang lebih 600.000 orang,” lapor Rosan.

Program hilirisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga membuka lapangan kerja luas serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Baca Juga :  Prabowo Ungkap 5 Hal Penting dalam Evaluasi Kinerja 100 Hari