Pintasan.co, PacitanPenyidik KPK yang berjumlah 12 orang melakukan aktivitas penggeledahan rumah mewah berlantai 2 berpagar tinggi di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Pacitan. Informasi yang didapat di lapangan, pemilik rumah tersebut diketahui merupakan seorang pengusaha bernama Citra Margaretha.

Ketika KPK tuntas melakukan penggeledahan, Citra saat itu berada di dalam rumahnya. KPK membawa sejumlah koper diduga berisi hasil penggeledahan yang disita, hingga akhirnya meninggalkan lokasi rumah tersebut.

Kepada wartawan, Citra membenarkan bahwa rumah yang sedang digeledah adalah rumahnya. Dia juga menyebutkan latar belakangnya yang merupakan seorang pengusaha tapi tidak menjelaskan lebih detail.

“Saya pengusaha. Pengusaha saja,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Sebelumnya, sejumlah penyidik yang berjumlah 12 tersebut tampak keluar dari rumah kemudian memasukkan sejumlah koper ke dalam mobil. Berdasarkan pantauan di lapangan, tampak lebih dari 2 koper yang diduga berisi barang-barang hasil penggeledahan yang disita para penyidik KPK yang diangkut ke dalam mobil Innova warna hitam.

Proses penggeledahan di rumah mewah itu bila ditotal sejak mobil para penyidik KPK datang hingga tuntas dan bergeser dari rumah mencapai lebih dari 2,5 jam. Iring-iringan mobil terpantau bergeser dari lokasi rumah itu sekitar pukul 18.54 WIB. Ada 3 unit Innova hitam yang melesat ke arah timur melalui Jl Yos Sudarso.

Seperti halnya saat kedatangan, kepergian personel lembaga antirasuah itu juga dikawal ketat aparat kepolisian. Mobil operasional polisi tampak mengawal iring-iringan ketiga mobil tersebut.

Kepala Dusun Krajan, Catur Setiawan sebelumnya menyebutkan bahwa rumah bercat coklat muda itu milik seorang wanita. Hanya saja hunian itu jarang ditempati. Pun begitu ada orang yang tiap hari menjaga rumah.

“Nggih, mboten mesti (Iya, tidak selalu) ditinggali,” ujar Catur kepada wartawan di lokasi, Senin (18/5/2026) petang.

Meski tempat tinggalnya hanya berjarak kurang dari 50 meter dari rumah yang didatangi KPK, Catur mengaku jarang berkomunikasi dengan pemilik rumah tersebut. Itu karena penghuni jarang berada di rumah. Terlebih rumah itu dilindungi pagar tinggi.

Baca Juga :  Heboh! Pengajian Gus Iqdam Jadi Pro Kontra Warganet

Sementara itu, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengaku belum mengetahui secara pasti agenda ataupun kegiatan yang dilakukan KPK di wilayah hukum yang dia pimpin.

“Saya tidak tahu giat apa dan untuk apa, namun melihat permintaan bantuan kelengkapan biasanya terkait penggeledahan,” jelas Ayub.