Pintasan.co, Temanggung – Kebahagiaan dirasakan peternak sapi asal Dusun Kemloko, Desa Bumiayu, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, Muhammad Ihsan Fauzi setelah sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Iduladha 2026.
Sapi jenis Simmental bernama “Diego” tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton 20 kilogram meski usianya baru 27 bulan atau belum genap dua setengah tahun. Diego dipelihara Ihsan sejak masih berusia lima bulan dengan perawatan intensif dan pola pakan khusus.
“Awalnya tidak menyangka bisa dipilih. Kemarin ada survei dari dinas, dan ternyata sapi kami masuk kriteria. Alhamdulillah senang sekali,” ujar Ihsan saat ditemui di peternakannya, Senin (11/5/2026).
Ihsan menjelaskan, pertumbuhan Diego dijaga melalui racikan pakan konsentrat yang dibuat sendiri dari campuran ampas sawit, polar, gilingan jagung, kulit kopi, tongkol singkong, katul, dan bahan lainnya. Selain konsentrat, sapi juga rutin diberi pakan hijauan berupa dedaunan.
Menurutnya, Diego juga mendapatkan perawatan kesehatan secara berkala seperti vitamin suntik, obat cacing, premix, mineral, hingga vitamin B kompleks guna menjaga kondisi tubuh dan mempercepat pertumbuhan.
“Kalau sapi sudah maksimal seperti ini, sehari bisa habis sekitar 10 kilogram konsentrat,” katanya.
Ihsan mengungkapkan, sapi Simmental memiliki keunggulan pertumbuhan cepat dan nafsu makan tinggi sehingga mampu mencapai bobot besar dalam usia relatif muda. Saat ini, di peternakannya terdapat 14 ekor sapi dan delapan di antaranya siap dijual untuk kebutuhan kurban.
Ia menyebut Diego dibeli dengan harga lebih dari Rp100 juta. Sementara bibit sapi tersebut sebelumnya dibeli seharga Rp20 juta dengan total biaya perawatan mencapai sekitar Rp40 juta.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan terpilihnya sapi lokal sebagai bantuan kurban presiden menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi para peternak di daerah.
Menurut Joko, salah satu syarat utama sapi bantuan presiden adalah memiliki bobot minimal satu ton. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong peternak lain meningkatkan kualitas budidaya ternak melalui perawatan yang baik dan berkelanjutan.
