Pintasan.co, Surabaya – Kecelakaan maut melibatkan melibatkan kereta api (KA) jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Insiden .duka ini terjadi pada Senin (27/4/2026) kecelakaan ini mengakibatkan lima orang kehilangan nyawa dalam dan puluhan lainnya mengalami luka – luka.

KA Argo Bromo menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kecelakaan berawal dari KRL yang berhenti usai tertemper taksi.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Selasa (27/4/2026).

Saat KRL itu terhenti, KA Argo Bromo datang dan kecelakaan tak terhindarkan. 

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” tambahnya.

Karena hal ini, akibatnya banyak penumpang yang terjebak dalam kereta. Bahkan tak sedikit penumpang dalam kondisi terjepit.

Proses evakuasi difokuskan pada gerbong wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL.

Laporan sementara ada sekitar enam sampai tujuh penumpang KRL yang terjepit.

KAI menyebut kini sebanyak lima penumpang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Lalu, masih ada tiga korban yang masih terjepit dan evakuasi hingga saat ini masih berlangsung.

Informasi terkait korban disampaikan langsung oleh Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan. 

“Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS,” tambahnya.

Bobby mengatakan KAI membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi. Pihaknya memastikan salah satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah bisa beroperasi usai taksi yang tertemper sudah dievakuasi.

“Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi ini dan seperti yang kita ketahui per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL yang tertemper taksi itu,” katanya.

Baca Juga :  Cak Imin Sarankan Penanganan Korban Judi Online Lewat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan