Pintasan.co, Luwu Timur – Dalam kurun waktu 12 bulan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler (Ibas-Puspa), Kabupaten Luwu Timur menunjukkan transformasi yang signifikan. Perubahan ini terlihat dari percepatan program pembangunan yang tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejak awal masa kepemimpinan, pasangan Ibas-Puspa dinilai mampu menepis anggapan bahwa tahun pertama pemerintahan akan tersita untuk konsolidasi birokrasi. Sebaliknya, berbagai program strategis justru langsung dieksekusi dengan cepat dan terukur, khususnya pada sektor pemberdayaan ekonomi dan pelayanan perizinan.
Pengamat politik dari Profetik Institute, Asratillah, menilai capaian tersebut sebagai kejutan positif. Menurutnya, indikator kesejahteraan yang dicapai saat ini mencerminkan kehadiran pemerintah secara nyata di tengah masyarakat.
“Biasanya tahun pertama adalah fase adaptasi, tetapi di Luwu Timur justru sudah terlihat hasil konkret. Ini menunjukkan keberanian dalam mengeksekusi program, khususnya di sektor UMKM dan perizinan,” ujarnya.
Sejumlah indikator makro memperkuat penilaian tersebut. Tingkat pengangguran berhasil ditekan dari 4,58 persen menjadi 3,70 persen. Sementara angka kemiskinan turun ke level 5,79 persen. Di sisi lain, indeks kepuasan masyarakat mencapai angka 89 persen, yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
Tak hanya pada aspek ekonomi, stabilitas sosial juga menjadi perhatian. Indeks Kerukunan Sosial di Luwu Timur tercatat berada pada angka 80,84 persen. Kondisi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah.
Menurut Asratillah, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perpaduan antara pendekatan teknokratis dan pendekatan sosial yang seimbang.
“Ketika masyarakat merasa aman dan rukun, maka program pembangunan dapat berjalan lebih optimal. Ini yang berhasil dibangun oleh Ibas-Puspa,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlena dengan capaian yang ada. Pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok, peningkatan kualitas pekerjaan, serta pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi tantangan yang harus terus dihadapi.
“Fondasi sudah kuat, tetapi konsistensi harus dijaga. Pembangunan harus dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Luwu Timur kini mulai dipandang sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan yang menjanjikan di Sulawesi Selatan. Ke depan, konsistensi kebijakan dan keberlanjutan program menjadi kunci untuk menjaga tren positif ini tetap berlanjut.
