Pintasan.co – Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyiapkan langkah strategis untuk mendukung penguatan ekosistem olahraga nasional, khususnya melalui kemudahan layanan bagi atlet dan pelaku olahraga dari luar negeri.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus yang fokus menangani kebutuhan sektor olahraga.
“Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga, dengan begitu para atlet akan lebih mudah dalam proses administrasi,” ujarnya usai menghadiri IBL All-Star 2026 di Bandung Arena.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari transformasi peran imigrasi sebagai fasilitator yang tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga mendorong sektor-sektor potensial seperti olahraga yang kini berkembang pesat.
Salah satu inovasi yang disiapkan adalah penyediaan jalur khusus atau fast track bagi atlet asing di bandara, sehingga mereka tidak perlu mengantre panjang saat proses pemeriksaan dokumen. Selain itu, sistem administrasi juga akan disederhanakan melalui platform berbasis aplikasi guna meminimalisasi pemeriksaan berulang.
Hendarsam menilai, kemudahan tersebut penting untuk menjaga kenyamanan atlet. Antrean panjang di bandara dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis atlet yang pada akhirnya berdampak pada performa di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran atlet asing memberikan dampak positif tidak hanya bagi kualitas kompetisi seperti di Indonesian Basketball League (IBL), tetapi juga dalam memperkenalkan Indonesia ke tingkat global.
Di sisi lain, Ditjen Imigrasi memastikan fungsi pengawasan terhadap warga negara asing tetap berjalan. Namun pendekatan yang dilakukan akan lebih menitikberatkan pada pembinaan serta pencegahan melalui edukasi.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim olahraga yang lebih kompetitif dan profesional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional di Indonesia.
