Pintasan.co, Ende – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilakukan dengan pemilihan lokasi yang tepat melalui kajian mendalam serta melibatkan partisipasi masyarakat setempat.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026). Lokasi sekolah itu sebelumnya dikabarkan terdampak rencana pembangunan KDMP.
“Makanya tadi saya ingatkan Wagub, Pak Bupati, Pak Kepala Desa, tolong dalam penentuan titiknya itu benar-benar bisa dikaji,” kata Gibran.
Ia menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap proses perencanaan agar pembangunan tidak menimbulkan dampak negatif, khususnya terhadap fasilitas pendidikan.
“Jangan sampai ada yang dirugikan, apalagi ini area sekolah, kegiatan belajar mengajar itu jangan sampai terganggu,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah fasilitas di SDN Wolomoni dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk pagar sekolah, fondasi ruang kelas, dan tiang penyangga bangunan, akibat aktivitas pembangunan yang berada di sekitar area sekolah.
Menindaklanjuti hal tersebut, Gibran menyebut pemerintah telah memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunan KDMP ke tempat yang lebih sesuai. Ia juga menekankan agar keberadaan koperasi desa tidak mengganggu pelaku usaha lokal seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun toko kelontong milik warga.
Menurutnya, KDMP diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung dan tidak saling bersaing secara tidak sehat.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga meminta agar sekolah tersebut segera mendapatkan dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menampung aspirasi warga terkait kebutuhan mess guru dan penguatan jaringan internet.
Usai kunjungan di NTT, Gibran dijadwalkan melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah wilayah timur Indonesia, yakni Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan pada 18–21 Juni 2026.
Di Gorontalo, Wapres diagendakan membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII 2026 serta meninjau Bendungan Bulango Ulu. Kunjungan dilanjutkan ke Papua Barat untuk meninjau sentra produksi kakao dan membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV.
Rangkaian kunjungan akan ditutup di Papua Selatan dengan peninjauan sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Asmat, termasuk museum budaya, sekolah lapang, rumah sakit daerah, dan gereja katedral setempat.
