Pintasan.co, Jakarta – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan pada 18–21 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gibran turut mengajak lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Kelima mahasiswa itu berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, serta Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Gibran bertolak dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026) pagi WIB, menuju Bandara El Tari, Kota Kupang, NTT.
Selama kunjungan di NTT, Gibran dijadwalkan meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ende, sekaligus melihat langsung rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih serta berdialog dengan masyarakat setempat.
Di Gorontalo, Wapres akan menghadiri dan membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII 2026 serta meninjau Bendungan Bulango Ulu sebagai salah satu proyek strategis penunjang ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara di Papua Barat, Gibran diagendakan meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan serta membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV di Manokwari.
Kunjungan kerja akan dilanjutkan ke Papua Selatan, tepatnya di Kabupaten Asmat, dengan agenda peninjauan sejumlah fasilitas publik, seperti Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, dan Gereja Katedral Salib Suci.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah timur Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih transparan dan bebas dari praktik korupsi.
“Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi,” ujar Gibran.
Selain MBG, pemerintah juga disebut berkomitmen memperbaiki tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
Gibran turut mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang ikut dalam kunjungan tersebut serta menilai masukan mereka sangat konstruktif bagi pemerintah.
“Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi,” katanya.
