Pintasan.co, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilai pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa sejak awal Juni 2026 telah memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Maman, gangguan pasokan listrik tidak hanya memengaruhi produktivitas pelaku usaha, tetapi juga berdampak langsung terhadap berbagai aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari yang bergantung pada ketersediaan listrik secara berkelanjutan.

“Misalnya mereka yang jualan es, pada saat mati listrik esnya mencair sehingga tidak bisa dijual. Begitu juga pedagang makanan beku dan berbagai usaha lainnya. Dampak sosialnya sangat luas,” ujar Maman saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM yang bergerak di sektor makanan, minuman, dan perdagangan bergantung pada peralatan pendingin untuk menjaga kualitas produk. Karena itu, pemadaman listrik berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Maman juga meminta PT PLN (Persero) segera melakukan pembenahan terhadap tata kelola rantai pasok batu bara yang menjadi salah satu sumber energi utama pembangkit listrik di Pulau Jawa.

Menurutnya, sebagian besar pasokan listrik di wilayah Jawa masih ditopang oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sangat bergantung pada ketersediaan batu bara. Oleh sebab itu, stabilitas pasokan bahan bakar harus menjadi perhatian utama agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap terjaga.

Ia mengingatkan bahwa persoalan pasokan energi yang tidak ditangani secara serius berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih besar terhadap sistem kelistrikan nasional.

“Potensi blackout seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu bisa saja terulang apabila supply chain management yang ada di PLN tidak segera dibenahi dan ditata dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata Setelah Tiga Hari Konflik

Maman menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Gangguan kelistrikan yang berlangsung berulang kali dinilai dapat menghambat produktivitas usaha serta menurunkan pendapatan pelaku usaha kecil.

Karena itu, ia berharap PLN bersama pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat sistem pasokan energi dan memastikan layanan listrik yang stabil bagi masyarakat maupun dunia usaha.

Menurutnya, keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat sangat bergantung pada tersedianya infrastruktur energi yang andal dan mampu mendukung kebutuhan usaha di berbagai sektor.