Pintasan.co, Malili – Perlombaan balap perahu naga yang menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur resmi berakhir pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Sungai Malili itu menyuguhkan persaingan sengit sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat yang memadati bantaran sungai.
Sebanyak 19 tim ambil bagian dalam perlombaan tersebut, terdiri atas 11 tim perwakilan kecamatan di Kabupaten Luwu Timur dan delapan tim peserta umum. Selama kompetisi berlangsung, para peserta menunjukkan kemampuan, kekompakan, dan strategi terbaik untuk mencapai garis finis.
Ratusan warga tampak antusias menyaksikan perlombaan yang telah menjadi salah satu tradisi dalam memeriahkan hari jadi daerah berjuluk Bumi Batara Guru tersebut.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Askar. Dalam kesempatan itu, panitia menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para pemenang.
Tim PPS27 Malili Tampil sebagai Juara
Berdasarkan hasil perlombaan, Tim PPS27 dari Kecamatan Malili berhasil meraih gelar juara pertama dan berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp15 juta.
Posisi juara kedua diraih Tim Anak Nakal dari Kecamatan Burau yang memperoleh hadiah sebesar Rp10 juta. Sementara posisi juara ketiga bersama ditempati Tim Granat dan Tim Orion dari Kecamatan Malili dengan masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp7 juta.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, mengungkapkan bahwa para pemenang juga mendapatkan tambahan apresiasi dari Bupati Luwu Timur sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.
“Selain uang pembinaan yang telah disiapkan panitia, Bapak Bupati Luwu Timur memberikan tambahan masing-masing Rp5 juta untuk juara pertama dan kedua, sementara untuk juara ketiga bersama masing-masing Rp2 juta. Ini sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan prestasi yang telah ditunjukkan para peserta,” ujar Safaat.
Pererat Persaudaraan dan Lestarikan Tradisi
Asisten Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Askar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.
Menurutnya, balap perahu naga tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sosial yang penting bagi masyarakat.
“Balap perahu naga ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, melestarikan olahraga tradisional, serta memperkuat kebersamaan masyarakat Luwu Timur dalam memeriahkan hari jadi daerah yang kita cintai,” kata Askar.
Ia berharap perlombaan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi lokal sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
Daya Tarik Wisata dan Kebersamaan Masyarakat
Balap perahu naga di Sungai Malili telah menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan masyarakat setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur. Selain menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat identitas budaya daerah dan menarik kunjungan masyarakat dari berbagai wilayah.
Berakhirnya perlombaan tahun ini kembali meninggalkan kesan positif bagi masyarakat. Semangat sportivitas, kerja sama tim, dan kebersamaan yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan nilai-nilai yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Luwu Timur.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap semangat persatuan dan kekompakan masyarakat dapat terus tumbuh seiring perjalanan pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)
