Pintasan.co, Padang — Langit mendung dan hujan yang terus mengguyur Kota Padang seolah ikut merasakan duka mendalam masyarakat Sumatra Barat. Di Masjid Syekh Al Minangkabawi, ratusan orang berkumpul—mulai dari warga, relawan, ASN, hingga TNI dan Polri—untuk memberikan penghormatan terakhir kepada 24 jenazah korban banjir bandang dan longsor yang hingga kini belum berhasil diidentifikasi.
Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, memimpin langsung salat jenazah dan prosesi doa bersama. Usai salat, ia mengungkapkan bahwa total korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumbar telah mencapai 238 jiwa, dengan 24 di antaranya tanpa identitas.
“Tim DVI sudah berupaya maksimal, termasuk pencocokan visual dan pengambilan DNA. Namun identitas 24 korban ini belum terungkap,” ujar Gatot, Kamis (11/12).
Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera mendatangi posko DVI terdekat atau menghubungi layanan Polri di nomor 110.
Dimakamkan di TPU Bungus, Pintu Pemindahan Tetap Terbuka
Ke-24 jenazah tersebut berasal dari berbagai wilayah terdampak: 17 dari Kabupaten Agam, enam dari Padang Pariaman, dan satu dari Padang Panjang. Mereka kemudian dimakamkan secara massal di TPU Teluk Kabung, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.
Gatot menegaskan bahwa jika di kemudian hari ada kecocokan DNA dengan pihak keluarga, proses pemindahan jenazah ke lokasi pemakaman keluarga akan dipersilakan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah, menyampaikan bahwa keputusan pemakaman massal ini diambil melalui rapat bersama berbagai pemangku kepentingan, dan seluruh biaya ditanggung oleh Dinas Sosial Sumbar.
Polri: “Ini Duka Kita Bersama”
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, menekankan bahwa prosesi ini bukan semata prosedur formal, melainkan bentuk empati mendalam institusi Polri kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga bagi kita semua. Kami turut merasakan kesedihan yang dialami masyarakat,” ujarnya.
Polri, kata Rosya, tidak hanya hadir dalam pengamanan dan pencarian, tetapi juga memberikan dukungan moral dan spiritual pada masa-masa tersulit ini.
Korban Bencana di Aceh–Sumut–Sumbar Tembus 960 Jiwa
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan dampak besar. Di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumut, dan Sumbar—jumlah korban meninggal telah melampaui 960 jiwa, dengan ratusan lainnya masih hilang.
Pemerintah Provinsi Sumbar telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 22 Desember 2025, guna mempercepat pemulihan akses utama dan memastikan pendataan kerusakan dilakukan secara akurat.
