Pintasan.co – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui juru bicaranya, Dwi Anggia, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan konsekuensi dari lonjakan harga minyak global.

Situasi ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurut Anggia, penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex merupakan bagian dari mekanisme pasar yang tidak terlepas dari fluktuasi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah.

“Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global,” ujar Anggia dari Jakarta, Sabtu.

Ia menambahkan, sejumlah negara di kawasan juga telah lebih dahulu menaikkan harga bahan bakar dengan persentase yang cukup signifikan. Oleh karena itu, kebijakan penyesuaian ini dinilai sebagai langkah yang realistis agar harga domestik tetap kompetitif dan tidak menimbulkan distorsi pasar.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan. Hal ini dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.

“Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu Pertalite dan Solar Subsidi, tidak naik,” katanya.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi hingga akhir 2026 sebagai bentuk perlindungan sosial di tengah tekanan ekonomi global.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai Sabtu (18/4). Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.

Baca Juga :  Prabowo dan Mohammed bin Salman Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah Lewat Sambungan Telepon

Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang kini menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200 per liter, serta Pertamina Dex yang naik menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500 per liter.

Adapun harga BBM lain tidak mengalami perubahan. Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Sementara untuk BBM subsidi, Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.