Pintasan.co, Malili – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Luwu Timur tidak hanya menjadi ajang hiburan dan olahraga, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) menyebutkan bahwa perayaan tahun ini dirancang lebih panjang dibanding tahun sebelumnya agar dampak ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kepala Disparmudora Luwu Timur, Muhammad Safaat, mengatakan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Mei hingga Juni 2026 tersebut memang dirancang tidak semata-mata sebagai perayaan seremonial.
“Tujuan utama dari rangkaian kegiatan ini bukan hanya memeriahkan hari jadi daerah, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memasarkan produknya,” ujar Safaat di Lapangan Pendidikan Malili, Jumat (12/6/2026).
Peringatan HUT ke-23 Luwu Timur mengusung tema “Bersama Juara, Bersinergi Membangun Masa Depan”. Sejumlah kegiatan telah digelar, mulai dari Liga Pelajar, turnamen sepak bola kelompok usia, Festival Sungai Malili, pameran UMKM, lomba musik, Bupati Cup antar-kecamatan dan OPD, trail adventure, lomba perahu naga, road race, fun run, lomba catur, hingga tabligh akbar.
Puncak kegiatan direncanakan akan ditutup dengan konser musik yang menghadirkan grup band nasional Republik Band.
Safaat menilai, panjangnya rangkaian kegiatan memberikan dampak ekonomi berlapis bagi masyarakat. Kehadiran peserta, penonton, dan wisatawan disebut mendorong perputaran uang di sektor usaha kecil, pedagang kaki lima, jasa transportasi, hingga perhotelan.
“Semakin lama kegiatan berlangsung, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan potensi daerah membutuhkan tiga pilar utama, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ketiga hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu mengikuti perkembangan pasar.
“Ketiganya menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Safaat juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sinergi dengan pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut.
“Pemerintah berperan sebagai fasilitator. Keberhasilan sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Melalui rangkaian HUT ke-23 ini, pemerintah daerah berharap UMKM lokal semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang lebih luas.
Perayaan HUT Luwu Timur tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum penguatan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
