Pintasan.co – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, Polda Jawa Barat mengambil langkah proaktif untuk menjaga keamanan ruang publik. Kepolisian mengimbau elemen buruh dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan pihak yang ingin memicu tindakan anarkis.
Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa dalam kerumunan massa besar, risiko masuknya pihak luar yang tidak berkepentingan cukup tinggi. Oleh karena itu, pengawasan diperketat di sejumlah titik strategis.
“Kami mengimbau para pimpinan serikat buruh agar lebih jeli memantau barisan masing-masing. Segera lapor kepada petugas jika ditemukan individu yang mencoba memancing keributan. Kita harus menjaga situasi agar tetap kondusif dan menghindari potensi gesekan di mana Polisi dan TNI dibenturkan dengan buruh serta masyarakat,” ujar Hendra.
Selain pengamanan massa, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di pusat-pusat kota untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar di tengah aksi unjuk rasa.
“Polri berkomitmen memberikan pengawalan yang humanis, namun tetap memiliki kesiapan penuh untuk melakukan tindakan tegas jika terjadi pelanggaran hukum atau pengrusakan fasilitas publik,” katanya.
Polda Jabar menegaskan bahwa stabilitas keamanan wilayah harus dijaga bersama. Kepolisian memastikan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan anarkis yang merugikan kepentingan umum.
“Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pelanggaran hukum. Kami berharap May Day tahun ini menjadi momentum yang damai dan bermartabat. Dengan kewaspadaan bersama, kita jaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat tetap kondusif,” pungkasnya.
