Pintasan.co – Peringatan Hari Buruh Internasional di Bandung pada Jumat (1/5) berlangsung aman sejak pagi hingga sore hari. Namun situasi berubah pada malam hari setelah terjadi aksi ricuh di kawasan Dago Cikapayang yang diduga melibatkan kelompok Anarko.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, dan dinas terkait. Kegiatan diawali dengan apel pengamanan gabungan di Polrestabes Bandung sejak pagi.

“Sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB personel gabungan melakukan pengamanan dan siaga di sekitar Gedung Sate dan DPRD Provinsi Jawa Barat. Situasi terpantau aman dan kondusif, belum ada pergerakan massa,” jelasnya.

Memasuki sore hari, massa mulai melakukan orasi di sekitar kawasan Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat. Aksi sempat diwarnai pembakaran ban, namun massa membubarkan diri secara tertib.

Ketegangan meningkat sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Dago Cikapayang. Menurut Bambang, kelompok yang diduga Anarko mulai melakukan tindakan anarkis, seperti membakar ban dan pembatas jalan. Situasi semakin memanas setelah massa dari arah Jalan Tamansari bergabung dan diduga membawa benda berbahaya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, aparat dari Brimob bergerak membubarkan massa dan berhasil mengendalikan situasi. Petugas pemadam kebakaran juga segera memadamkan api agar tidak meluas.

Kerusuhan tersebut berdampak pada kerusakan fasilitas umum. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan kerusakan cukup parah terjadi di simpang Balubur Tamansari.

“Kerusakan meliputi lampu APILL serta box fiber optic node termination dan controller dengan estimasi kerusakan mencapai 75 persen atau sekitar Rp400 juta,” jelasnya.

Pihaknya kini berupaya menjaga fungsi lalu lintas tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas sembari menyiapkan perbaikan.

Baca Juga :  Fatmawati Rusdi Tekankan Pentingnya Pendampingan Orang Tua di Era Digital

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menyebut sejumlah orang telah diamankan terkait insiden tersebut. Polisi masih mendalami identitas serta motif para pelaku.

“Kalau melihat ciri-cirinya saya menilai mereka mengarah ke kelompok Anarko dengan pakaian serba hitam dan wajah tertutup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan dengan agenda resmi peringatan Hari Buruh, melainkan murni tindakan perusakan.

“Tidak ada pembicaraan menyampaikan pendapat atau memperjuangkan sesuatu. Yang ada justru pengerusakan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bandung pun mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas publik agar tetap aman, mengingat kerusakan yang terjadi berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga.