Pintasan.coPrabowo Subianto menyampaikan peringatan keras kepada para pejabat, teknokrat, hingga kalangan intelektual agar memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang dinilai tidak memiliki jiwa patriotisme dalam pemerintahannya.

“Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar apapun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya, carilah orang lain,” kata Presiden dalam sambutannya saat peletakan batu pertama proyek hilirisasi di Cilacap.

Presiden menekankan bahwa kecerdasan dan keahlian para ilmuwan maupun teknokrat seharusnya diarahkan untuk kepentingan rakyat Indonesia, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pihak luar.

“Jangan kepandaian itu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain. Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri. Kalau saudara mau, silahkan. Jangan ikut pemerintah yang saya pimpin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mendorong lahirnya sosok intelektual yang ia sebut sebagai “Profesor Merah Putih”, yakni mereka yang menggunakan ilmunya untuk membela kepentingan rakyat serta tidak terlibat dalam praktik penyelewengan seperti korupsi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menanggapi pihak-pihak yang pesimistis terhadap kondisi Indonesia dan memilih untuk meninggalkan tanah air.

“Ada yang mau kabur. Kabur aja. Kau kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silahkan. Mau kabur kemana? Hei orang-orang pintar bukalah berita, lihatlah, kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia, sekarang,” kata Presiden.

Menurut Prabowo, pemerintahannya berfokus penuh pada kerja nyata untuk rakyat. Oleh karena itu, ia mempersilakan siapa pun yang tidak sejalan dengan visi tersebut untuk tidak bergabung, demi menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintahan.

Baca Juga :  Pramono-Rano Unggul Sementara di Pilkada Jakarta Versi Hitung Cepat