Pintasan.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya kepesertaan aktif BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat. Ia memastikan tidak boleh ada warga yang kesulitan memperoleh layanan medis hanya karena persoalan administrasi.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Babakan Surabaya, Senin (2/3). Ia menegaskan, jaminan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipastikan aksesnya bagi semua lapisan masyarakat.

“BPJS penting untuk kita. Prinsipnya tidak boleh ada satu pun rakyat yang tidak bisa dirawat,” kata Farhan.

Berdasarkan data di Kelurahan Babakan Surabaya, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai sekitar 79 persen. Namun, Farhan menilai angka tersebut masih perlu ditingkatkan agar minimal menembus 80 persen.

“Kalau 79 persen berarti masih ada 21 persen yang belum aktif atau menunggak. Ini harus kita dorong,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian Universal Health Coverage (UHC) sangat dipengaruhi oleh konsistensi warga dalam membayar iuran. Semakin tinggi partisipasi aktif masyarakat, semakin kuat pula kemampuan pemerintah dalam menjamin pembiayaan layanan kesehatan, khususnya bagi warga kurang mampu.

“Setiap iuran BPJS itu ada amal jariahnya. Karena dari situ kita bisa membantu warga miskin yang tidak mampu bayar,” katanya.

Farhan juga mengingatkan potensi beban biaya yang besar apabila seseorang harus menjalani perawatan tanpa jaminan kesehatan. Menurutnya, pembayaran secara umum di rumah sakit dapat menguras keuangan keluarga.

“Begitu masuk rumah sakit dan tidak punya BPJS, biayanya bisa ratusan ribu bahkan lebih. Maka lebih baik kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan resmi seperti call center 165 untuk mengecek status kepesertaan maupun menyelesaikan kendala administrasi.

Farhan menegaskan, jaminan kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud solidaritas sosial antarwarga.

“Ketika sehat, kita membantu yang sakit. Ketika sakit, sistem akan membantu kita,” katanya.

Ia berharap sinergi antara kelurahan, kecamatan, dan masyarakat dapat mendorong peningkatan kepesertaan aktif, sehingga perlindungan kesehatan di Kota Bandung semakin merata dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkot Mojokerto Raih WTP 11 Kali Berturut - turut dari BPK RI