Pintasan.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh kebijakan strategis pemerintah, termasuk keberlanjutan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026, merupakan hasil koordinasi lintas kementerian di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menekankan bahwa keputusan-keputusan tersebut bukanlah inisiatif individu atau sektoral, melainkan kebijakan terpusat yang dijalankan berdasarkan instruksi langsung Presiden.
“Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden,” ujarnya di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, dalam setiap pengambilan kebijakan, Presiden mempertimbangkan berbagai aspek secara detail, khususnya dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah bahkan secara rutin melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah dunia untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat dan terukur.
Mulai dari asumsi harga minyak di kisaran 80 hingga 100 dolar AS per barel, seluruh dampaknya dihitung secara komprehensif sebelum diputuskan. Hasil simulasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan langkah kebijakan, termasuk terkait subsidi energi.
Meski kondisi global masih diliputi ketidakpastian, Purbaya meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia memastikan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam posisi yang kuat untuk menopang berbagai kebijakan pemerintah.
Salah satu indikator kekuatan tersebut adalah keberadaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai sekitar Rp420 triliun. Dana ini menjadi bantalan fiskal untuk menjaga stabilitas, termasuk dalam menjaga harga BBM agar tetap terjangkau.
“Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis. Jadi tidak perlu takut, karena saya memastikan uangnya ada,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus mengoptimalkan sumber pendapatan negara, termasuk melalui kebijakan sektor energi yang dijalankan oleh Kementerian ESDM.
Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
