Pintasan.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya untuk kebutuhan makanan dan minuman takeaway. Ajakan ini disampaikan sebagai respons atas lonjakan harga plastik yang dinilai cukup signifikan.
Farhan mengungkapkan bahwa harga plastik mengalami kenaikan drastis, bahkan disebut mencapai hingga sepuluh kali lipat. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi momentum untuk mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.
“Kalau plastik itu datang dari pabriknya, dan kita tahu harganya meningkat sampai 10 kali lipat,” ujarnya saat ditemui di Taman Saturnus.
Ia menilai, situasi ini seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan kemasan, terutama plastik sekali pakai.
“Lebih baik menggunakan tempat botram yang ada di rumah untuk makanan ‘takeaway’,” katanya.
Menurut Farhan, penggunaan wadah yang dapat dipakai ulang tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga lebih hemat dalam jangka panjang. Langkah ini diharapkan mampu menekan volume sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, memilih pendekatan berbasis kesadaran konsumen dalam mendorong perubahan perilaku, bukan sekadar pembatasan dari sisi produksi.
“Ini pendekatannya ke konsumen agar beralih dari kontainer plastik sekali pakai menjadi kontainer yang bisa dipakai ulang,” jelasnya.
Upaya ini menjadi bagian dari dorongan untuk menciptakan gaya hidup yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat penggunaan plastik sekali pakai.
