Pintasan.co, LumajangDuel carok berdarah terjadi di Lumajang, Jawa Timur. Carok ini melibatkan dua pria yang masih bertetangga sekaligus berkerabat pecah di Desa Sumberweringin, Kecamatan Klakah, Lumajang, pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden saling bacok ini berlokasi di tengah kebun sengon. Carok berdarah ini mengakibatkan satu orang tewas mengenaskan di lokasi kejadian dan satu lainnya mengalami luka berat.

Polres Lumajang hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas kasus yang menggemparkan warga setempat tersebut.

Berikut adalah rangkuman fakta lengkap di balik tragedi carok maut di Klakah, Lumajang :

  1. Korban Tewas Karena Sabetan Celurit di Kepala
    Carok satu lawan satu ini melibatkan dua pria, yakni Abdul Karim dan Wasil. Akibat sabetan senjata tajam jenis celurit, keduanya mengalami kondisi tragis. Abdul Karim tewas di tempat kejadian perkara (TKP) setelah mengalami luka bacok serius di bagian kepala.

Sementara itu ,Wasil mengalami luka robek parah di bagian perut dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

  1. Berawal dari Senggolan Motor

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, menjelaskan bahwa duel maut ini bermula dari insiden tidak terduga di jalan raya yang memicu ketegangan instan di antara keduanya.

“Keduanya bertemu di jalan dan sempat berserempetan kendaraan bermotor. Dari situ kemudian terjadi cekcok,” ujar Pras saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

Abdul Karim tersulut emosi pasca cekcok, kemudian memutuskan pulang ke rumah untuk mengambil sebilah celurit. Ia lantas kembali mendatangi Wasil, hingga akhirnya aksi saling bacok tidak terhindarkan di sebuah kebun sengon dekat rumah mereka.

  1. Motif Utama Dendam Lama Urusan Pakan Ternak
Baca Juga :  Budi Gunawan: Rencana Tambah 2 Desk Lintas Kementerian Atasi Karhutla-TPPO

Istri korban dari Abdul Karim yang tewas di tempat bernama Saniyeh, mengutarakan penyebab bahwa perselisihan masa lalu itu dipicu oleh urusan sepele terkait pakan ternak berupa daun nangka. Sejak saat itu, hubungan bertetangga mereka menjadi tidak harmonis.

“Masalahnya itu dulu saya ngambil rumput. Terus ada daun nangka saya ngambil (milik Wasil). Terus besok-besoknya Wasil itu marah-marah dan mendatangi rumah saya,” tutur Saniyeh.

  1. Polisi Selidiki Motif Dendam Lama

Pihak Satreskrim Polres Lumajang membenarkan adanya riwayat konflik pakan ternak tersebut berdasarkan hasil penyelidikan sementara. Petugas juga telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata, termasuk keluarga korban.

“Duel carok ini dipicu dendam lama yang masih disimpan oleh kedua belah pihak yang terlibat. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut,” pungkas AKP Pras Ardinata.