Pintasan.co, Malili – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menghadapi meningkatnya arus investasi di daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Program Mandalish, sebuah kursus intensif Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris yang ditujukan bagi masyarakat usia produktif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Luwu Timur, Awaluddin, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal agar mampu memanfaatkan peluang kerja yang muncul seiring berkembangnya sektor investasi dan industri di daerah.
“Program ini sebenarnya baru berjalan sekitar satu bulan, tetapi progresnya cukup baik. Sudah ada peserta yang mulai bisa berkomunikasi menggunakan Bahasa Mandarin,” ujar Awaluddin.
Saat ini, Program Mandalish diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Luwu Timur.
Gabungan Bahasa Mandarin dan Inggris
Awaluddin menjelaskan, nama Mandalish merupakan gabungan dari kata Mandarin dan English. Program pelatihan tersebut terdiri atas tiga bulan pembelajaran Bahasa Mandarin dan satu bulan pembelajaran Bahasa Inggris.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan investasi, khususnya karena sebagian investor yang beroperasi di Luwu Timur berasal dari luar negeri.
“Harapannya nanti ketika sektor tambang mulai beroperasi dan kebutuhan tenaga kerja terbuka, mereka yang punya kemampuan bahasa asing ini bisa lebih mudah terserap,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penguasaan Bahasa Mandarin memiliki nilai strategis mengingat sejumlah investasi yang masuk ke Luwu Timur melibatkan perusahaan asal China.
“Kemampuan bahasa asing ini dapat membuka peluang kerja sebagai penerjemah, pemandu, maupun posisi lainnya yang membutuhkan komunikasi dengan tenaga kerja atau investor asing,” jelas Awaluddin.
Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal
Menurut Awaluddin, Program Mandalish tidak mengikat peserta untuk bekerja pada sektor atau perusahaan tertentu. Namun, kemampuan bahasa asing yang diperoleh peserta diharapkan menjadi nilai tambah saat proses rekrutmen tenaga kerja dilakukan oleh perusahaan.
“Dengan kemampuan bahasa yang mereka miliki, tentu mereka akan lebih mudah dicari dan diprioritaskan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sehingga masyarakat Luwu Timur mampu bersaing dan memperoleh manfaat langsung dari berbagai investasi yang masuk ke daerah.
Generasi Muda Harus Jadi Tuan Rumah
Sebelumnya, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa Program Mandalish merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan investasi di wilayah tersebut.
“Anak-anak kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” kata Irwan saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Sinergi Dukungan Program Mandalish di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur.
Program Mandalish dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas PMD bersama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) dengan dukungan sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi mendapatkan fasilitas pembelajaran yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah daerah bersama perusahaan yang terlibat dalam program tersebut.
Melalui Program Mandalish, Pemkab Luwu Timur berharap dapat menciptakan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi global, sehingga mampu berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memanfaatkan peluang kerja yang hadir bersama masuknya investasi baru.
