Pintasan.co – Pemerintah Indonesia akan membawa isu pangan dan energi sebagai agenda utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2026 yang digelar di Filipina. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelang kehadiran Presiden dalam forum regional tersebut.

“Besok, insyaallah, Bapak Presiden akan mengikuti KTT ASEAN di Filipina, tuan rumahnya memang Filipina. Isunya ada dua, yang pertama adalah isu pangan, yang kedua adalah energi,” ujar Bahlil di Jakarta, Rabu.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengikuti forum tersebut untuk membahas berbagai tantangan strategis kawasan, khususnya terkait ketahanan pangan dan kemandirian energi di tengah dinamika global.

Dalam sektor energi, salah satu fokus pembahasan adalah upaya memperkuat kerja sama regional dalam membangun ketahanan energi di Asia Tenggara. Bahlil menekankan bahwa nikel menjadi komoditas penting dalam transisi energi, terutama sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Nikel adalah salah satu komoditas energi yang bisa dikonversi untuk menjadi baterai,” ucap Bahlil.

Indonesia sendiri memiliki keunggulan dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Keunggulan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam rantai pasok energi baru di kawasan.

Bahlil menyatakan bahwa Indonesia terbuka terhadap kerja sama dengan negara lain, termasuk kemungkinan pasokan bahan baku dari luar negeri. Ia mencontohkan peluang kerja sama dengan Filipina apabila negara tersebut ingin menjadi pemasok nikel bagi industri pengolahan di Indonesia.

“Kalau Indonesia kekurangan bahan bakunya, bisa disuplai dari mana saja. Jadi, tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis, spesifik, itu nggak ada, ya,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa KTT ASEAN 2026 juga akan membahas dampak konflik global terhadap kawasan, terutama konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan energi di negara-negara anggota ASEAN.

Baca Juga :  Perusahaan Milik Adik Prabowo Masuk Daftar Calon Penambang Pasir Laut

Melalui forum ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat peran strategisnya dalam mendorong kolaborasi regional, khususnya dalam menghadapi tantangan pangan dan energi yang semakin kompleks di tingkat global.