Pintasan.co, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia kini telah memiliki Sovereign Wealth Fund (SWF) melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurut Prabowo, dana kedaulatan milik Indonesia tersebut saat ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia berdasarkan total aset yang dikelola.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.062 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
“Kita punya sekarang dana kedaulatan, Sovereign Wealth Fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang US$1.000 miliar,” ujar Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyebut, nilai aset yang dikelola Danantara bahkan disebut berada di atas sejumlah sovereign wealth fund negara lain seperti Qatar, Arab Saudi, hingga Singapura.
“Kita bahkan di atas Qatar, di atas Arab Saudi, juga di atas Singapura. Jadi boleh juga ini negara kita ya,” katanya.
Menurut Prabowo, meski Danantara baru dibentuk pada 2025, potensi pengelolaan aset dan investasi Indonesia dinilai sangat besar untuk mendukung pembangunan jangka panjang nasional.
Ia optimistis hasil pengelolaan Danantara akan terlihat signifikan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
“Kita sudah punya Danantara dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, saudara akan lihat hasilnya,” ujar dia.
Danantara sendiri resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 sebagai badan investasi strategis negara yang mengonsolidasikan aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam satu entitas investasi nasional.
Pemerintah memperkirakan total aset yang dikelola Danantara mencapai sekitar US$900 miliar hingga US$1.000 miliar atau setara lebih dari Rp15.000 triliun.
Secara kelembagaan, Danantara mendapat mandat langsung dari Presiden untuk mengelola berbagai aspek strategis BUMN, mulai dari dividen, restrukturisasi perusahaan, pembentukan holding investasi, hingga pengelolaan aset dan pembiayaan proyek strategis nasional.
Undang-undang juga menetapkan modal awal Danantara minimal Rp1.000 triliun yang bersumber dari penyertaan modal negara, termasuk saham BUMN dan barang milik negara.
Sementara itu, pemerintah memproyeksikan initial funding Danantara mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp326 triliun yang akan difokuskan pada investasi strategis seperti energi terbarukan, hilirisasi industri, manufaktur canggih, dan ketahanan pangan nasional.
Pemerintah berharap kehadiran Danantara dapat menjadi instrumen utama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
