Pintasan.co – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh Jakarta Bandung tetap aman meski sempat terdampak kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung dan sekitarnya.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim sempat dihentikan sementara di KM 126+383, kawasan Kopo, pada Jumat (3/4) pukul 16.45 WIB.
Penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah sistem mendeteksi adanya benda asing berupa seng yang masuk ke jalur akibat angin kencang.
Ia menegaskan, sistem sensor Whoosh telah bekerja optimal dalam mendeteksi potensi gangguan, sehingga dapat segera ditangani tanpa membahayakan perjalanan. Proses evakuasi benda tersebut berlangsung cepat, hanya dalam hitungan menit.
“Penanganan selesai pukul 16.48 WIB dan pada pukul 16.49 WIB kereta kembali melanjutkan perjalanan,” ujar Eva.
KCIC memastikan tidak ada keterlambatan signifikan dan seluruh perjalanan tetap berjalan normal. Selain itu, tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian lainnya.
Cuaca ekstrem yang terjadi pada 3 April 2026 di Bandung ditandai hujan deras disertai angin kencang dan petir, yang menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan fasilitas di sejumlah titik. Kondisi ini memungkinkan benda ringan seperti seng terbawa angin hingga masuk ke jalur kereta.
Meski demikian, KCIC menegaskan bahwa sistem keselamatan Whoosh dilengkapi teknologi berlapis, mulai dari sensor deteksi benda asing, sensor cuaca (hujan dan angin), hingga sistem deteksi gempa yang terintegrasi dengan pusat kendali operasi (Operation Control Center/OCC).
Setelah kejadian, tim juga melakukan pemeriksaan menyeluruh pada jalur dan memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi andal. Hingga saat ini, operasional Whoosh Jakarta Bandung tetap normal.
Sementara itu, arus penumpang masih terpantau padat, terutama dari arah Bandung menuju Jakarta usai libur panjang akhir pekan. Mayoritas keberangkatan tercatat dari Stasiun Padalarang.
