Pintasan.co, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang resmi berjalan sejak 6 Januari 2025 terus menjadi sorotan publik. Sejumlah persoalan teknis di lapangan dinilai perlu segera dievaluasi agar program prioritas pemerintah tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Solidaritas Pemuda Pemudi Desa (DPN SPEDA), Fadli Rumakefing, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang memfokuskan program MBG kepada anak-anak yang paling membutuhkan sudah berada pada arah yang tepat. Terutama bagi anak-anak di wilayah rawan stunting serta daerah dengan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.
“Skema penyaluran MBG harus menjadi prioritas utama agar program ini berdampak nyata. Fokusnya jelas, yakni pemenuhan gizi anak-anak sebagai aset masa depan bangsa,” ujar Fadli dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Ia menegaskan, pelaksanaan program MBG tidak boleh semata-mata dipandang sebagai peluang membuka lapangan kerja. Menurutnya, jika orientasi tersebut lebih dominan, maka berpotensi menggeser tujuan utama program menjadi sekadar aktivitas ekonomi.
Karena itu, Fadli meminta para pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengedepankan paradigma pelayanan. “Pemenuhan gizi anak-anak harus menjadi fokus utama, bukan sekadar keuntungan ekonomi,” tegasnya.
Di sisi lain, SPEDA juga mendorong lahirnya Gerakan MBG Masuk Desa, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini dinilai penting guna memastikan pemerataan akses gizi hingga ke pelosok desa.
Namun demikian, SPEDA menilai berbagai persoalan teknis di lapangan tidak bisa diabaikan. Berdasarkan temuan Badan Gizi Nasional (BGN), masih terdapat sejumlah dapur SPPG yang belum memenuhi standar operasional.
Fadli menduga hal tersebut dipengaruhi oleh lemahnya pengawasan. Ia pun mendorong agar monitoring dilakukan secara langsung di lapangan, tidak hanya bersifat administratif.
Selain itu, SPEDA juga menyoroti alokasi belanja BGN Tahun Anggaran 2025 yang dinilai perlu dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan selaras dengan tujuan utama program MBG.
