Pintasan.co, Surabaya – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Jawa Timur menjadi momen apresiasi bagi sejumlah tokoh inspiratif. Acara HPN tersebut digelar di Dyandra Convention Center, Kamis (16/4/2026), Dalam acara itu, Edi Priyanto menerima PWI Jatim Award 2026 sebagai Tokoh Pegiat Lingkungan.
Penghargaan itu diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Edi dalam menggerakkan kesadaran lingkungan berbasis masyarakat.
Ketua Umum PWI, Akhmad Munir menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kontribusi nyata di berbagai bidang, sekaligus mendorong profesionalisme insan pers dan memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis pembangunan daerah.
Turut hadir pada acara ini Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Munir menyoroti tantangan dunia pers di era digital. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan akurasi berita, meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi, serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.
Hal yang sama juga s.disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. Ia mengatakan peran pers tetap krusial di tengah derasnya arus informasi media sosial.
“Kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik tetap tinggi karena adanya proses akurasi dan verifikasi. Tanpa pers, sulit membayangkan informasi kredibel tersampaikan ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Di antara berbagai kategori penghargaan, sosok Edi Priyanto menjadi sorotan karena kiprahnya di bidang lingkungan. Ia dinilai tidak hanya menggagas ide, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata melalui pengembangan Kampung Edukasi Sampah.
Program tersebut menjadi pusat pembelajaran lingkungan berbasis masyarakat yang melibatkan warga, pelajar, hingga berbagai institusi. Setiap tahun, lebih dari 3.000 orang mendapatkan edukasi terkait pemilahan sampah, pengolahan limbah, hingga penerapan ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan.
Selain itu, kontribusinya juga diperkuat melalui karya literasi, seperti buku “Lokal Hero, RT dan RW Sebagai Penggerak Perubahan Masyarakat” serta “Transformasi Permukiman, Kelola Lingkungan Berkelanjutan”.
Menanggapi penghargaan yang diterima, Edi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif.
“Penghargaan ini milik bersama. Apa yang kami lakukan adalah gerakan kolektif, dari warga untuk warga. Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” kata Edi.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi dalam menjaga keberlanjutan gerakan lingkungan.
“Ketika masyarakat paham, mereka akan bergerak. Dan ketika sudah menjadi kebiasaan, perubahan itu akan bertahan,” tambahnya.
Selain penghargaan tokoh, PWI Jawa Timur juga memberikan Piala Prapanca kepada insan pers untuk kategori karya jurnalistik tulis dan foto.
Momentum HPN 2026 ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga penegasan pentingnya kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong perubahan, termasuk dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
