Pintasan.co – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Senin, 20 April 2025.

Rapat terbatas ini digelar guna memperdalam rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Proyek ini menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk mengantisipasi ancaman di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Berdasarkan informasi dari akun resmi Sekretariat Kabinet, proyek tersebut dirancang untuk melindungi kawasan vital yang mencakup sebagian besar aktivitas industri nasional serta puluhan juta penduduk yang tinggal di wilayah terdampak.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa peran perguruan tinggi akan dioptimalkan melalui riset dan inovasi.

Ia menjelaskan bahwa berbagai hasil penelitian yang telah diuji di sejumlah daerah seperti Demak dan Semarang akan menjadi landasan dalam mempercepat pembangunan yang lebih efisien.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian akan mengoordinasikan para akademisi dan pakar untuk tidak hanya memberikan rekomendasi teknis, tetapi juga terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menegaskan bahwa proyek ini masih berada pada tahap perencanaan yang komprehensif.

Menurutnya, perencanaan difokuskan pada aspek konstruksi serta pemanfaatan sumber daya dalam negeri dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa tidak semata mengejar kecepatan, tetapi harus didukung perencanaan matang agar hasilnya optimal.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan industri dinilai menjadi kunci keberhasilan proyek ini, baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun dampak lingkungan jangka panjang.

Baca Juga :  Menteri Agama Ungkap Keppres Biaya Haji Segera Terbit